Beranda / Nasional / Itjen Kemenag Pantau Konferensi Mu’tamad 2026, Perkuat Peran Pesantren di Kancah Internasional

Itjen Kemenag Pantau Konferensi Mu’tamad 2026, Perkuat Peran Pesantren di Kancah Internasional

KEDIRI – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan Konferensi Internasional Mu’tamad 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada 29–30 Oktober 2026. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.

Konferensi yang mengusung tema “Menuju Pesantren Transformatif dalam Studi Islam, Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia” tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, peneliti, serta mahasantri Ma’had Aly dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.

Inspektur I Itjen Kemenag, Ahmadun, menjelaskan bahwa pemantauan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan internal terhadap pelaksanaan program strategis Kementerian Agama.

Menurutnya, Mu’tamad 2026 memiliki nilai penting dalam memperluas kontribusi pesantren dan Ma’had Aly di tingkat internasional. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan perlu dipastikan berjalan dengan baik agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai.

Dalam konferensi ini, peserta mendiskusikan berbagai isu keislaman, kemanusiaan, dan peradaban dengan menghubungkan tradisi keilmuan pesantren yang berlandaskan literatur klasik atau turats dengan pendekatan penelitian kontemporer.

Forum tersebut juga menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan hasil kajian, bertukar gagasan, serta memperluas perspektif dalam menghadapi tantangan keilmuan masa kini.

Selain itu, Mu’tamad 2026 diarahkan untuk memperkuat ekosistem riset di lingkungan Ma’had Aly. Pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah diharapkan dapat meningkatkan jangkauan karya akademik pesantren sehingga semakin dikenal dalam forum keilmuan internasional.

Pimpinan Ma’had Aly Lirboyo, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, menyambut konferensi tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas interaksi akademik lintas negara. Ia menekankan pentingnya keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global tanpa meninggalkan karakter pesantren, termasuk sanad keilmuan, keikhlasan, dan pembentukan akhlakul karimah.

Kehadiran peserta dari berbagai negara juga memberikan peluang bagi mahasantri untuk meningkatkan kapasitas akademik dan membangun jejaring keilmuan internasional. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi untuk terus mengembangkan tradisi intelektual sekaligus berkontribusi dalam menjawab persoalan kemanusiaan dan peradaban.

Melalui pemantauan tersebut, Itjen Kemenag berupaya memastikan pelaksanaan program strategis berjalan sesuai ketentuan. Upaya ini sekaligus mendukung pengembangan pesantren dan pendidikan Islam agar semakin berperan dalam percakapan akademik di tingkat global.

Editor : Cut Yetty

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *