BANDA ACEH– UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menghadirkan semangat baru dalam gerakan literasi kampus melalui kegiatan Penobatan Duta Literasi UIN Ar-Raniry Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
Dalam ajang tersebut, M.Rizwan dari Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Dakwah dan Nadia Aulia dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), berhasil terpilih sebagai Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026. Terpilihnya kedua mahasiswa tersebut diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi dan gerakan literasi yang lebih aktif, kreatif, serta berdampak bagi kehidupan akademik mahasiswa.
Penobatan Duta Literasi ini merupakan salah satu upaya strategis untuk membangun budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. Tidak hanya berorientasi pada kegiatan membaca dan menulis, keberadaan Duta Literasi juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara perpustakaan dan mahasiswa dalam mengoptimalkan berbagai fasilitas serta layanan yang tersedia.
Kegiatan tahun ini turut mendapat apresiasi dari Isna Mauliana, S.Pd, Duta Baca UIN Ar-Raniry Tahun 2024 yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), angkatan 2021. Ia mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya salah satu pemenang Duta Literasi 2026 yang kembali berasal dari fakultas yang sama, yakni FTK.
Menurut Isna, terselenggaranya kembali pemilihan Duta Literasi pada tahun 2026 merupakan momentum yang patut disyukuri dan diapresiasi. Pasalnya, pada tahun 2025 kegiatan pemilihan Duta Literasi tidak diselenggarakan karena beberapa pertimbangan dan kendala tertentu. Oleh karena itu, ia merasa bersyukur kegiatan tahun ini dapat terlaksana dengan lancar berkat kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi yang baik panitia UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry.
Lebih lanjut, Isna berharap kehadiran Duta Literasi yang baru dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kedekatan mahasiswa dengan perpustakaan kampus. Menurutnya, perpustakaan perlu menjadi ruang yang akrab bagi seluruh mahasiswa, bukan sekadar tempat menyimpan koleksi buku, melainkan juga pusat pembelajaran, pengembangan wawasan, diskusi, kreativitas, dan produktivitas akademik.
“Harapannya, dengan adanya Duta Literasi yang baru, mahasiswa UIN Ar-Raniry semakin mengenal perpustakaan, mengetahui letak dan fasilitas yang tersedia, serta lebih aktif mengunjungi dan memanfaatkan berbagai layanan yang ada. Perpustakaan bukan hanya tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga ruang untuk belajar, berdiskusi, berkarya, dan mengembangkan potensi mahasiswa,” ungkap Isna.
Ia juga menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan program kerja yang akan dijalankan oleh Duta Literasi terpilih, para wakil, dan seluruh finalis. Menurutnya, keberhasilan seorang Duta Literasi tidak hanya diukur dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari kontribusi nyata, konsistensi, serta kemampuan membangun kolaborasi dalam menjalankan berbagai program yang telah dirancang.
“Semoga Duta Literasi yang baru bersama para wakil dan finalis dapat terus bekerja sama, menjaga kekompakan, serta saling mendukung agar setiap program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Jangan sampai gelar yang diperoleh hanya menjadi sebuah kebanggaan, tetapi harus mampu diwujudkan melalui kontribusi dan aksi nyata,” tambahnya.
Penobatan Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali gerakan literasi yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan. Kehadiran para duta terpilih diharapkan tidak sekadar menjadi simbol atau representasi kampus, melainkan menjadi penggerak yang mampu menghadirkan berbagai kegiatan dan inovasi literasi yang dapat melibatkan mahasiswa secara lebih luas.
Dengan terpilihnya Rizwan dan Nadia sebagai Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, estafet gerakan literasi kampus kini memasuki babak baru. Dukungan seluruh elemen mahasiswa, panitia, serta UPT Perpustakaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan perpustakaan sebagai ruang yang hidup, produktif, dan dekat dengan aktivitas mahasiswa.
Harapannya, penyelenggaraan Duta Literasi UIN Ar-Raniry pada tahun-tahun mendatang dapat terus berkembang menjadi lebih baik, semakin maju, dan tetap unggul dalam melahirkan generasi mahasiswa yang berpengetahuan, kritis, kreatif, serta memiliki budaya literasi yang kuat.
Sebab, literasi bukan sekadar tentang membaca dan menulis, melainkan tentang membangun peradaban melalui pengetahuan, gagasan, dan keberanian untuk terus bertumbuh.






