Kemenag Bireuen Dorong Penyuluh Agama Kuasai Jurnalistik dan Teknologi Informasi
Bireuen — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen memberikan apresiasi terhadap berbagai kiprah Penyuluh Agama Islam yang aktif menjalankan program keagamaan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Anis SAg, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam di Aula Kantor Kemenag Bireuen, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen tersebut mengangkat tema “Teknik Penulisan Jurnalisme Warga dan Artikel Opini bagi Penyuluh Agama.”
Dalam kesempatan itu, Anis menyampaikan bahwa tugas penyuluh agama saat ini tidak terbatas pada penyampaian pesan keagamaan. Para penyuluh juga memiliki peran dalam memberikan pendampingan, edukasi, serta ikut terlibat dalam berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah kegiatan yang telah dilakukan penyuluh Bireuen, seperti gerakan penanaman pohon di tanah wakaf, program GAPIT, trauma healing, serta kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat lainnya.
“Saya sangat mengapresiasi berbagai inovasi dan kegiatan yang telah dilakukan. Penyuluh tidak hanya hadir menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga ikut memberikan solusi, kepedulian, dan manfaat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Anis.
Menurutnya, keterlibatan penyuluh dalam berbagai kegiatan masyarakat menunjukkan kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan di lapangan. Peran tersebut diharapkan terus dikembangkan sehingga pembinaan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan Positif Perlu Dipublikasikan
Selain menjalankan kegiatan secara langsung, Anis mendorong para penyuluh agar mulai memperkuat kemampuan dokumentasi dan penulisan. Menurutnya, berbagai kegiatan positif yang dilakukan di tengah masyarakat perlu diketahui oleh publik secara lebih luas.
Ia menilai kemampuan jurnalistik dapat menjadi sarana bagi penyuluh untuk mengabadikan sekaligus menyebarluaskan berbagai praktik baik yang telah dilakukan.
“Jangan sampai berbagai kegiatan dan kebaikan yang dilakukan penyuluh hanya berhenti di tempat kegiatan. Dokumentasikan, tuliskan, dan sebarkan melalui media yang tepat. Jadikan tulisan sebagai bagian dari dakwah, sehingga manfaat penyuluhan dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” tegasnya.
Anis juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membuka banyak ruang baru dalam penyampaian pesan keagamaan. Penyuluh tidak hanya dapat mengandalkan pertemuan langsung, tetapi juga bisa memanfaatkan berbagai media digital untuk menyampaikan informasi dan edukasi.
Karena itu, keterampilan menulis serta penguasaan teknologi informasi dinilai penting untuk dimiliki oleh penyuluh agama agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Penyuluh agama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dakwah dan penyuluhan tidak hanya disampaikan melalui mimbar atau pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat dilakukan melalui tulisan yang informatif, edukatif, dan mencerahkan,” katanya.
Hadirkan Wartawan Senior sebagai Narasumber
Pelatihan peningkatan kapasitas tersebut menghadirkan wartawan senior Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika, sebagai narasumber.
Kegiatan diikuti sejumlah Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam IPARI Kabupaten Bireuen. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan terkait teknik penulisan jurnalistik warga dan artikel opini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan komunikasi publik penyuluh.
Dengan penguatan kemampuan jurnalistik dan teknologi informasi, penyuluh diharapkan dapat mendokumentasikan berbagai aktivitas di lapangan sekaligus menyampaikan informasi keagamaan dan sosial kepada masyarakat melalui media yang lebih luas.

