Pemkab Bengkalis Perkuat Pertanian Modern untuk Percepat Swasembada Pangan
Bengkalis — Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mendorong peningkatan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Gerakan Tanam (Gertam) serta Sekolah Lapang Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Kegiatan tersebut digelar secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau pada Rabu (30/9/2026). Untuk wilayah Kabupaten Bengkalis, pelaksanaan dipusatkan di Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil.
Gerakan tanam padi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) pada September 2026. Hingga kegiatan berlangsung, capaian LTT di Kabupaten Bengkalis telah mencapai sekitar 60 persen.
Kegiatan dipimpin Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau, Agus Wahyana Anggara. Sejumlah unsur turut hadir, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Forkopimcam Siak Kecil, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, kelompok tani hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Dorong Produktivitas dan Efisiensi Pertanian
Mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, Kepala Bidang Tanaman Pangan Hanafi mengatakan kegiatan Gertam dan Sekolah Lapang PM-AAS merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produksi tanaman pangan, khususnya komoditas padi.
“Langkah ini penting untuk mendorong peningkatan produktivitas padi sekaligus mendukung upaya percepatan swasembada pangan di Kabupaten Bengkalis,” ujar Hanafi.
Ia menjelaskan bahwa konsep pertanian modern tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan luas lahan yang ditanami. Lebih dari itu, penerapannya diarahkan untuk menciptakan sistem budidaya yang lebih efektif, efisien dan mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.
Melalui Sekolah Lapang PM-AAS, petani mendapatkan pemahaman mengenai berbagai teknologi pertanian modern. Materi yang diterapkan mencakup pengolahan lahan, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, teknologi untuk meningkatkan hasil produksi, hingga penggunaan benih dengan varietas unggul.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
Target Produksi hingga 10 Ton per Hektare
Kepala BRMP Riau, Agus Wahyana Anggara, mengatakan penerapan sistem pertanian modern melalui PM-AAS diarahkan untuk meningkatkan produktivitas padi hingga berada pada kisaran 8–10 ton gabah per hektare.
Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pencapaian swasembada pangan di Provinsi Riau, termasuk di Kabupaten Bengkalis.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia menilai kerja sama antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani dan petani menjadi faktor penting. Kolaborasi tersebut diperlukan agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara tepat di lapangan.
Gerakan tanam yang dilakukan secara serentak pada akhir September juga menjadi momentum untuk memperkuat pencapaian target LTT bulanan. Peningkatan luas tanam diharapkan turut berdampak pada bertambahnya luas panen serta produksi padi di wilayah Riau.
Perkuat Transformasi Pertanian
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyatakan akan melanjutkan koordinasi dan kolaborasi dengan BRMP Riau, tenaga penyuluh, kelompok tani serta masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi.
Modernisasi pertanian diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membantu menciptakan usaha tani yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Bengkalis berharap ketahanan pangan daerah semakin kuat dan target swasembada pangan dapat dicapai secara bertahap.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Bengkalis menuju daerah yang bermarwah, maju, sejahtera, serta memiliki daya saing di tingkat nasional.

