Wisuda Gelombang III UIN Ar-Raniry 2026: 509 Lulusan FTK Dilantik, Rektor Soroti Krisis Mutu Pendidikan Aceh
Banda Aceh — Suasana bahagia, haru, dan penuh rasa syukur menyelimuti Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Kopelma Darussalam, saat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Gelombang III Tahun 2026, Rabu (7/10/2026). Pada hari kedua pelaksanaan ini, prosesi khusus diperuntukkan bagi para lulusan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).
Sidang senat terbuka tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Senat serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, wakil rektor, kepala biro, dekan, direktur pascasarjana, dan para orang tua wisudawan. Berdasarkan laporan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. M. Yasir Yusuf, S.Ag., M.A., total lulusan UIN Ar-Raniry pada gelombang ini mencapai 1.618 orang, yang terdiri atas 1.466 lulusan sarjana, 122 lulusan magister, dan 30 lulusan doktor. Angka tersebut membawa total keseluruhan alumni UIN Ar-Raniry hingga saat ini menjadi 68.132 orang.
Khusus pada hari kedua, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan meluluskan sebanyak 509 orang, dengan rincian 395 mahasiswi dan 114 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 407 mahasiswa sukses merampungkan studinya tepat waktu dalam kurun waktu 8 semester. Selain itu, sebanyak 191 lulusan berhasil menyelesaikan studi melalui jalur penulisan artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi. Capaian ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak universitas karena mampu mendorong budaya publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa.
Adapun predikat lulusan terbaik tingkat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan diraih oleh Yuhani Putri dari Prodi Pendidikan Matematika dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 (cumlaude).
Dalam arahannya, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., menyampaikan selamat kepada para wisudawan yang kini resmi menjadi pewaris tradisi keilmuan, calon guru, konsultan pendidikan, serta calon pemimpin bangsa di masa depan. Namun, di tengah momentum bahagia tersebut, Rektor secara tegas menyoroti berbagai persoalan krusial yang tengah melanda dunia pendidikan di Aceh.
Mengutip data Dinas Pendidikan Aceh, ia mengungkapkan adanya tantangan berat seperti tingginya angka putus sekolah yang mencapai 31.429 anak, puluhan ribu anak remaja usia 16 hingga 18 tahun yang tidak tersentuh pendidikan formal, hingga merosotnya angka partisipasi sekolah di jenjang menengah atas. Selain itu, masalah kinerja dan distribusi guru yang belum merata serta ribuan kasus kekerasan di lembaga pendidikan turut menjadi alarm keras.
Kesan dan pesan mendalam turut disampaikan oleh perwakilan wisudawan, Fadila Nahda, lulusan Prodi Pendidikan Matematika asal Aceh Singkil. Dalam pidatonya yang sarat emosional, ia mengenang perjuangan panjang bersama rekan-rekan seperjuangan mulai dari kepanikan di awal kuliah, dinamika di tanah rantau, hingga fase penulisan skripsi yang menguji mental dan fisik.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tua yang senantiasa mendoakan dalam diam, serta apresiasi kepada pimpinan kampus atas dukungan beasiswa seperti KIP Kuliah yang menjadi jembatan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk menggapai mimpi.
Rangkaian acara wisuda ini turut diwarnai dengan pembacaan ikrar sarjana yang dipimpin oleh Zulfikar, penyerahan ijazah secara simbolis, serta persembahan seni tradisi Tari Saman Gayo dari Sanggar Seni Selawet UIN Ar-Raniry yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia. Prosesi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Muhajirul Fadli, Lc., M.A.
Reporter: Cut Yety Kasturi
Melaporkan dari Banda Aceh

