Banda Aceh, 3 November 2026 — Menjelang satu tahun bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada November 2025, Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (HMP BK) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry menyelenggarakan Seminar Nasional Kebangsaan pada Selasa (3/11) di Gedung Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan yang diikuti lebih dari 400 peserta ini mengangkat tema “Mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Akuntabilitas Pemerintah, Ketahanan Bencana, dan Pemerataan Pendidikan di Era Digital”.
Seminar ini menjadi ruang diskusi untuk mengangkat persoalan kebangsaan, khususnya penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh serta tantangan kesenjangan digital dan ketidaksetaraan pendidikan. Kedua isu tersebut dihadirkan untuk memperluas perspektif peserta mengenai berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Raudhatul Ikhsan, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi wadah edukasi dan pertukaran wawasan bagi mahasiswa. Seminar ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman secara akademis, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta kesadaran mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Samsul Kamal, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Bimbingan dan Konseling atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi upaya mahasiswa yang mampu menghadirkan narasumber dengan kesibukan dan pengalaman langsung di lapangan. Kehadiran narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan pengalaman berharga bagi para peserta.
Turut hadir anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., yang membahas persoalan bencana hidrometeorologi. Pembahasan ini menjadi perhatian penting mengingat pengalaman bencana banjir yang melanda Aceh membutuhkan penanganan yang terkoordinasi, kesiapsiagaan, serta keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Pada sesi utama, seminar menghadirkan dua narasumber dengan fokus pembahasan yang saling berkaitan dengan tantangan sosial di era modern.
Narasumber pertama, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., membawakan materi bertajuk “Kepemimpinan Krisis dan Akuntabilitas Pemerintah dalam Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh”. Materi ini membahas pentingnya kepemimpinan pemerintah dalam mengambil keputusan, mengoordinasikan penanganan darurat, serta memastikan bantuan bencana tersalurkan secara cepat, tepat, dan merata. Selain itu, transparansi, tanggung jawab pemerintah, dan keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting dalam memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Selanjutnya, narasumber kedua, dr. Ramlan Zuhair Pulungan, CPS, CHt, CTNNLP, seorang dokter umum, trainer, motivator, dan praktisi hipnoterapi, menyampaikan materi bertajuk “Kesenjangan Digital dan Ketidaksetaraan Pendidikan: Tantangan Mewujudkan Keadilan Sosial dan Mental di Era Teknologi”. Materi ini mengangkat persoalan perbedaan akses teknologi dan pendidikan yang dapat memengaruhi kesempatan belajar serta kesejahteraan mental seseorang. Keterbatasan akses internet, fasilitas belajar, dan kemampuan menggunakan teknologi dapat menimbulkan ketidakadilan, tekanan psikologis, serta perasaan tertinggal di kalangan pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu, pemerataan akses pendidikan dan dukungan terhadap kesehatan mental menjadi hal penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan.
Antusiasme peserta juga terlihat selama berlangsungnya seminar, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak mahasiswa menunjukkan ketertarikan dengan mengajukan pertanyaan serta terlibat dalam pembahasan materi yang disampaikan narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki perhatian dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi Aceh, terutama terkait bencana banjir dan dampaknya bagi masyarakat. Partisipasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga memiliki keinginan untuk memahami dan ikut memikirkan persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Melalui Seminar Nasional Kebangsaan ini, HMP BK UIN Ar-Raniry berharap mahasiswa dapat memahami berbagai persoalan kebangsaan secara lebih luas, khususnya pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana serta pemerataan akses pendidikan dan perhatian terhadap kesehatan mental. Momentum menjelang satu tahun bencana banjir di Aceh juga menjadi pengingat bahwa pemulihan, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak merupakan tanggung jawab bersama.













