BANDA ACEH – Insiden yang terjadi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu (4/11/2026), menuai keprihatinan dari kalangan mahasiswa. Peristiwa yang dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka tersebut menyisakan kesedihan bagi masyarakat, termasuk mahasiswa yang berasal dari daerah itu.
Salah satunya Riza Ihsani, mahasiswa asal Kabupaten Pidie. Ia mengaku sedih dan kecewa mendengar kabar mengenai insiden yang terjadi di tengah kegiatan keagamaan masyarakat tersebut.
“Weuhh that, meudarah hatee watee ta kalen” artinya sedih kali dan berdarah hati melihat kejadian seperti ini. Apalagi saya merupakan mahasiswa asal Pidie. Rasanya sangat prihatin ketika mendengar perayaan Maulid yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru berakhir dengan insiden yang menimbulkan korban jiwa,” ujar Riza.
Menurutnya, peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ia berharap persoalan yang melatarbelakangi kejadian dapat ditelusuri secara menyeluruh sehingga masyarakat memperoleh kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Riza juga berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian melalui jalur yang tepat. Baginya, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya, insiden di Desa Pulo Keunari dilaporkan menyebabkan satu orang meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka. Persoalan pengibaran bendera bulan bintang di lokasi perayaan Maulid disebut menjadi bagian dari rangkaian kejadian tersebut.
Namun, kronologi lengkap dan penyebab insiden masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak berwenang. Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal sebelumnya menyampaikan bahwa informasi mengenai kejadian tersebut masih didalami.
Keprihatinan yang disampaikan mahasiswa asal Pidie ini menjadi salah satu respons masyarakat terhadap peristiwa yang terjadi di tengah pelaksanaan tradisi keagamaan tersebut.
31 views













