BANDA ACEH – Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh terus mematangkan rencana pembangunan Pusat Pengembangan Kompetensi dan Profesi Keagamaan Masyarakat Provinsi Aceh. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung pelatihan, praktik, hingga sertifikasi profesi keagamaan.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi lanjutan di Ruang Rapat Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry pada Rabu (28/10/2026). Pertemuan ini berfokus pada penyempurnaan masterplan, kebutuhan ruang, serta penyesuaian fungsi bangunan agar sesuai dengan kebutuhan operasional BDK Aceh.
Wakil Dekan III SAINTEK UIN Ar-Raniry, Silahudin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini berpotensi berkembang ke berbagai bidang keilmuan, tidak hanya arsitektur, tetapi juga teknologi informasi dan bidang lain yang mendukung kebutuhan kedua lembaga.
Dalam rapat tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur UIN Ar-Raniry mempresentasikan perkembangan masterplan kawasan dan rancangan awal bangunan. Penataan kawasan direncanakan mencakup area administrasi, pembelajaran dan pelatihan, hunian, serta fasilitas olahraga dan rekreasi yang terintegrasi dengan memperhatikan pemisahan ruang publik dan privat.
Sejumlah fasilitas yang masuk dalam rancangan meliputi gedung pembelajaran dan pelatihan, asrama putra dan putri, tempat ibadah, area parkir, serta ruang komunal bagi peserta. Rancangan tersebut kemudian ditinjau bersama tim BDK Aceh untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan layanan yang akan dikembangkan.
Salah satu masukan penting dalam pembahasan adalah perubahan penyebutan “Gedung Pelatihan” menjadi “Gedung Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom)”. Penyesuaian ini bertujuan menegaskan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan keterampilan dan sertifikasi profesi keagamaan.
BDK Aceh turut mengusulkan pembangunan laboratorium profesi keagamaan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan praktik dan sertifikasi, antara lain pada bidang penyelia halal, zakat dan wakaf, serta juru sembelih halal. Fasilitas tersebut diharapkan mendukung pembelajaran berbasis praktik sehingga peserta memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan profesi.
Pembahasan lainnya mencakup kapasitas asrama, penempatan bangunan terhadap fasilitas yang telah tersedia, serta alternatif pembangunan gedung dua atau tiga lantai. Tim arsitektur akan mengkaji berbagai pilihan dengan mempertimbangkan efektivitas penggunaan lahan, aksesibilitas, kebutuhan ruang, dan keselarasan dengan bangunan yang sudah ada.
Kepala Subbagian Tata Usaha BDK Provinsi Aceh, Zulkifli, bersama tim persiapan pembangunan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), juga memberikan masukan terkait penyempurnaan rancangan dan kelengkapan administrasi. Beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti meliputi penyesuaian alamat lokasi berdasarkan dokumen resmi kepemilikan tanah, pemutakhiran masterplan, dan penyempurnaan denah bangunan.
Dekan SAINTEK UIN Ar-Raniry, Habiburrahim, menyatakan dukungan terhadap pengembangan kerja sama tersebut. Menurutnya, bentuk dan ruang lingkup kemitraan akan dikaji bersama agar dapat dilaksanakan secara tepat dan memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Sebagai tindak lanjut, tim Program Studi Arsitektur akan memperbarui rancangan berdasarkan hasil pembahasan dan melanjutkan koordinasi secara daring. Dokumen tersebut kemudian akan dibahas dalam pertemuan finalisasi bersama BDK Aceh. Kedua pihak juga merencanakan penyusunan serta penandatanganan Implementation Agreement (IA) sebagai dasar pelaksanaan kerja sama pada tingkat program studi.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan fungsi dan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Kehadiran Pusbangkom nantinya diharapkan mampu mendukung peningkatan kompetensi, keterampilan praktik, dan sertifikasi profesi keagamaan di Provinsi Aceh.






