NasionalPendidikan

33 Siswa Banda Aceh Melaju ke OMI Tingkat Provinsi Aceh 2026

Banda Aceh — Sebanyak 33 siswa asal Kota Banda Aceh berhasil melanjutkan perjuangan ke Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026. Mereka merupakan peserta terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kota dan kini bersaing dengan ratusan siswa dari berbagai daerah di Aceh.

Dukungan kepada kontingen Banda Aceh diberikan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., yang hadir bersama Kasi Pendidikan Madrasah Syafruddin, S.Ag., M.Si., pada pembukaan OMI Tingkat Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

OMI tingkat provinsi berlangsung selama dua hari, yakni 5–6 Oktober 2026. Kompetisi tersebut diikuti 759 peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA sederajat.

Para peserta berasal dari madrasah maupun sekolah umum dan mengikuti berbagai bidang perlombaan. Pelaksanaan kompetisi tersebar di tujuh daerah, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Simeulue, dan Subulussalam.

Pembukaan OMI Provinsi Aceh dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh, kepala madrasah, serta perwakilan peserta dari masing-masing daerah.

OMI Jadi Wadah Pembentukan Karakter

Dalam sambutannya, Azhari menegaskan bahwa OMI tidak semata-mata menjadi kompetisi untuk mendapatkan nilai, medali, atau piala. Menurutnya, ajang tersebut juga memiliki peran dalam membangun karakter dan integritas peserta didik.

“OMI adalah ruang tempaan karakter. Kita ingin menanamkan nilai-nilai kejujuran, berpikir kritis, semangat kolaborasi, serta sportivitas dalam ajang kompetisi yang sehat,” tegasnya.

Ia menyebut ratusan peserta yang mengikuti kompetisi tersebut sebagai talenta potensial Aceh yang perlu ditemukan dan dibina secara berkelanjutan.

Peserta yang memperoleh hasil terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti OMI tingkat nasional. Azhari juga berharap pelaksanaan OMI dapat menjadi salah satu pemicu peningkatan kualitas pendidikan madrasah secara berkelanjutan.

Peningkatan tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui penguatan kurikulum, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk laboratorium, serta peningkatan kemampuan guru pembina.

Kankemenag Banda Aceh Beri Motivasi Peserta

Kepala Kankemenag Kota Banda Aceh, Salman, mengapresiasi 33 siswa yang berhasil melewati seleksi hingga memperoleh kesempatan membawa nama Banda Aceh di tingkat provinsi.

Ia menilai keikutsertaan dalam OMI bukan hanya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi pengalaman penting bagi siswa dalam menghadapi kompetisi yang lebih luas.

“Anak-anak yang hari ini sampai di tingkat provinsi adalah mereka yang sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkompetisi dengan sportif, dan memberikan yang terbaik untuk madrasah serta Kota Banda Aceh,” ujar Salman.

Salman juga memberikan penghargaan kepada guru pembina, pendamping, dan pihak madrasah yang telah mendukung persiapan para peserta. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing.

Hasil OMI Tingkat Provinsi Aceh dijadwalkan diumumkan pada 10 Oktober 2026 melalui situs resmi OMI Kementerian Agama. Peserta dengan hasil terbaik akan mendapat kesempatan mewakili Aceh pada OMI Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 8–12 November 2026 di DKI Jakarta.

Bagi Kota Banda Aceh, keikutsertaan 33 peserta dalam ajang tingkat provinsi menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada siswa untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan berkompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Kini, para peserta membawa harapan untuk tidak hanya tampil maksimal di tingkat provinsi, tetapi juga mampu melanjutkan langkah hingga mewakili Aceh di panggung nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *