BANDA ACEH – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, kawasan Lampriet, Selasa (3/11/2026) sore. Massa aksi belum dapat memasuki area perkantoran karena tertahan di pintu gerbang saat hendak menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Aceh.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan berbagai keresahan masyarakat Aceh. Mereka meminta kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah daerah agar tuntutan yang dibawa dapat disampaikan secara langsung.
Dalam orasinya, salah seorang perwakilan mahasiswa menyatakan keinginan massa untuk masuk ke lingkungan kantor gubernur. Ia bahkan menyampaikan ancaman akan mendobrak pagar apabila tidak diberikan akses untuk menyampaikan aspirasi.
Mahasiswa lainnya menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan membawa suara dan keresahan masyarakat Aceh, bukan sekadar menyampaikan kepentingan kelompok tertentu.
Di tengah situasi tersebut, pihak kepolisian berupaya melakukan komunikasi dengan massa aksi. Juru runding kepolisian mengimbau mahasiswa agar tetap menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu gesekan.
Polisi juga meminta demonstran menyampaikan tuntutan secara santun dan tidak melakukan provokasi selama aksi berlangsung.
Hingga laporan RMOL Aceh diterbitkan pada Selasa sore, massa masih tertahan di depan pagar bagian tengah Kantor Gubernur Aceh. Belum ada keterangan mengenai pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan pihak Pemerintah Aceh.
Aksi ini memperlihatkan upaya mahasiswa untuk membawa aspirasi masyarakat ke ruang pemerintahan. Namun, penyampaian pendapat di muka umum tetap perlu berlangsung secara tertib agar pesan yang dibawa dapat tersampaikan tanpa menimbulkan benturan.
Editor : Fahri













